BOGOR — Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, Karnain Asyhar, menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi warga Kecamatan Tanah Sareal hingga terealisasi menjadi kebijakan nyata. Hal tersebut ia sampaikan dalam agenda reses yang berlangsung di Aula Kantor DPTD PKS Kota Bogor, Rabu (9/9/2026).
Karnain menekankan bahwa reses bukan sekadar agenda formalitas untuk mendengarkan keluhan, melainkan ruang perjuangan politik bagi masyarakat.
“Politik harus menghadirkan manfaat yang dirasakan rakyat. Aspirasi warga Tanah Sareal tidak boleh berhenti sebagai catatan reses, tetapi harus dikawal hingga menjadi kebijakan dan solusi nyata,” ujar Karnain.
Dalam dialog yang berlangsung dinamis, warga menyuarakan berbagai persoalan mendesak, mulai dari kemacetan lalu lintas, pendataan bansos, status perumahan, hingga pengelolaan sampah.
Isu Lalu Lintas dan Akurasi Data Bansos
Salah satu warga Kedung Jaya, Prof. Sumarno, menyoroti masalah ketertiban dan keselamatan lalu lintas di Tanah Sareal yang kian padat. Menanggapi hal itu, Karnain meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera melakukan rekayasa lalu lintas dan menata titik rawan macet secara terencana.
Selain lalu lintas, warga mengeluhkan ketidaksesuaian data Desil yang menjadi acuan penerima bantuan sosial. Karnain mendorong adanya mekanisme sanggah Desil yang mudah, transparan, dan pro-rakyat.
“Akurasi data adalah fondasi keadilan sosial. Jangan sampai warga yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan haknya akibat kendala administrasi,” tegasnya.
Kejelasan Status PSU Perumahan
Persoalan lambatnya penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari pengembang ke Pemkot Bogor juga menjadi sorotan. Akibat ketidakjelasan status ini, perawatan jalan lingkungan, drainase, hingga Penerangan Jalan Umum (PJU) sering terhambat.
Karnain mendesak Pemkot Bogor mengambil langkah progresif melalui verifikasi dan percepatan penyerahan PSU. Menurutnya, kepastian status PSU adalah hak warga untuk mendapatkan pelayanan publik yang layak.

Dorong Ketahanan Pangan, Pendidikan Nonformal, dan “Sampah Selesai di Rumah”
Untuk sektor pemberdayaan masyarakat, Karnain mendorong penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT) guna mendukung kemandirian pangan keluarga, serta penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mendukung program Bogor Cerdas.
“Bogor Cerdas bukan cuma soal sekolah formal, tetapi juga memastikan masyarakat punya akses belajar sepanjang hayat melalui PKBM yang berkualitas,” tuturnya.
Di sektor lingkungan, Karnain mengampanyekan gerakan “Sampah Selesai di Rumah Tangga”. Ia mengajak warga aktif memilah sampah dari rumah dan memanfaatkan bank sampah guna mengurangi beban TPA.
Menutup kegiatan reses, Karnain turut menyosialisasikan perkembangan proyek strategis nasional dan provinsi di wilayah Tanah Sareal. Ia berjanji membawa seluruh masukan warga ke meja pembahasan anggaran dan pengawasan bersama dinas terkait.
Views: 12

COMMENTS