HomeKarnain Asyhar, S.P, M.Si

Karnain Dorong Sapa Warga Berbasis Budaya Diadaptasi di Kota Bogor: Politik Harus Hadir Dekat dengan Warga

Sapa warga Berbasis Budaya
Abah Iwan
Fraksi PKS
DPRD Kota Bogor

BOGOR — Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, H. Karnain Asyhar, S.P., M.Si., mengapresiasi terobosan Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Iwan Suryawan, S.Sos. Karnain menilai pendekatan tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi membuka model komunikasi politik yang lebih dekat, partisipatif, sekaligus produktif bagi masyarakat.

Menurut Karnain, wakil rakyat pada hakikatnya tidak cukup hanya bekerja melalui ruang rapat dan forum formal. Fungsi representasi menuntut anggota legislatif hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung aspirasi, memahami persoalan warga, serta membangun ruang komunikasi yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan.

“Politik harus hadir dekat dengan warga. Sapa Warga Berbasis Budaya menunjukkan bahwa ruang aspirasi bisa dibangun dengan cara yang lebih cair dan membumi. Wakil rakyat hadir, warga berbicara, dan budaya lokal mendapatkan panggung,” kata Karnain.

Karnain melihat sedikitnya tiga nilai strategis dari pendekatan tersebut. Pertama, menjadi ruang pelestarian dan regenerasi budaya daerah. Kedua, menjadi jembatan yang mendekatkan sekaligus merekatkan hubungan wakil rakyat dengan masyarakat. Ketiga, mendorong produktivitas dan pemberdayaan seniman, budayawan, sanggar, serta komunitas budaya lokal.

Bagi Karnain, tiga dimensi tersebut penting karena kebudayaan tidak semestinya ditempatkan sebatas pelengkap kegiatan pemerintahan. Kebudayaan merupakan bagian dari identitas daerah sekaligus modal sosial yang dapat memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Jangan sampai budaya hanya ramai ketika ada seremoni, lalu kehilangan ruang setelah acara selesai. Pelaku dan komunitas budaya membutuhkan ruang aktualisasi, regenerasi, jejaring, serta dukungan agar tetap produktif. Di sinilah kebijakan publik bisa mengambil peran,” ujarnya.

Politisi PKS tersebut juga menyoroti kekuatan budaya sebagai medium komunikasi publik. Menurutnya, ketika ruang perjumpaan dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, komunikasi antara warga dengan wakilnya dapat berlangsung lebih terbuka. Aspirasi pun tidak harus selalu menunggu forum resmi untuk dapat didengar.

“Esensi representasi adalah mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Budaya dapat menjadi pintu masuk yang merekatkan hubungan itu. Politik jangan berjarak dari warga, karena mandat wakil rakyat justru berasal dari masyarakat,” kata Karnain.

Karena itu, Karnain menilai inovasi Sapa Warga Berbasis Budaya di tingkat Provinsi Jawa Barat layak dipelajari dan disesuaikan dengan kewenangan serta karakter Kota Bogor. Menurutnya, Kota Bogor memiliki potensi besar berupa seniman, budayawan, sanggar, komunitas kreatif, serta kekayaan tradisi lokal yang dapat memperoleh ruang lebih luas dalam kegiatan publik.

“Praktik baik di Jawa Barat ini menarik untuk diadaptasi di DPRD Kota Bogor. Bukan sekadar meniru format acaranya, tetapi mengambil semangatnya: bagaimana ruang aspirasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat dapat dipertemukan dalam satu kegiatan,” tegas Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor tersebut.

Karnain berharap pendekatan semacam itu dapat memperkuat orientasi pembangunan Kota Bogor yang tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pembangunan manusia, kohesi sosial, dan keberlanjutan identitas budaya daerah.

“Kota boleh terus tumbuh dan modern, tetapi jangan kehilangan akar. Budaya harus hidup, komunitasnya harus berdaya, dan wakil rakyat harus dekat dengan masyarakat. Itulah pembangunan yang memiliki identitas sekaligus keberpihakan kepada warga,” pungkas Karnain.

← Back

Thank you for your response. ✨

Views: 22

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: