HomeAnggota DewanKarnain Asyhar, S.P, M.Si

Karnain Soroti Melesetnya Target Groundbreaking PSEL Galuga: Pemerintah Jangan Biarkan Kepercayaan Publik Terkikis

Bogor — Ketua FPKS DPRD Kota Bogor, H. Karnain Asyhar, melontarkan kritik keras terhadap melesetnya target groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Galuga yang sebelumnya ditargetkan terlaksana pada Juni 2026. Hingga memasuki Juli 2026, tahapan tersebut belum juga terealisasi. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bahwa proyek strategis penanganan sampah Kota Bogor membutuhkan perhatian dan keseriusan yang lebih besar dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kita menghormati apabila terdapat kendala objektif di lapangan. Namun, yang tidak dapat dibenarkan adalah ketika target yang sudah diumumkan kepada publik berlalu begitu saja tanpa penjelasan resmi. Pemerintah harus bertanggung jawab menjaga kredibilitasnya. Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi target, sementara realisasinya terus bergeser,” tegas Karnain.

Menurut Karnain, PSEL Galuga bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah yang setiap hari dihadapi warga Kota Bogor. Keterlambatan pada tahapan awal seperti groundbreaking berpotensi memengaruhi keseluruhan jadwal pembangunan dan mengundurkan manfaat yang sangat dinantikan masyarakat. Karena itu, Pemerintah melalui Pemkot Bogor harus segera menyampaikan secara terbuka perkembangan terbaru, hambatan yang dihadapi, serta langkah konkret untuk mengejar ketertinggalan.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Karnain menegaskan Fraksi PKS akan meminta penjelasan secara komprehensif mengenai perkembangan proyek PSEL Galuga, termasuk mengevaluasi kesesuaian antara target yang pernah disampaikan dengan capaian aktual di lapangan. Menurutnya, proyek strategis harus dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan disiplin terhadap target.

“Setiap keterlambatan harus dapat dijelaskan kepada publik secara terbuka, bukan dibiarkan menjadi ruang spekulasi.” Karnain mendesak Pemerintah Kota Bogor agar segera mengumumkan penetapan jadwal baru yang realistis disertai komitmen yang dapat diukur. “Masyarakat sudah terlalu lama menunggu hadirnya solusi modern atas persoalan sampah. Yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar optimisme, melainkan kepastian. Pemerintah harus menunjukkan bahwa target yang disampaikan kepada publik adalah komitmen yang sungguh-sungguh akan diwujudkan, bukan sekadar janji yang mudah diucapkan tetapi sulit direalisasikan,” pungkasnya.

Views: 9

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: