BOGOR – Kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat tidak cukup berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi harus diwujudkan melalui dukungan nyata kepada para kader yang menjadi ujung tombak pelayanan. Pesan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, H. Karnain Asyhar, S.P., M.Si., saat menyerahkan bantuan lemari untuk Posyandu Rosalina, Perumahan Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor (4/11). Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan sarana pelayanan sekaligus apresiasi atas pengabdian kader posyandu yang selama ini bekerja langsung melayani masyarakat.
Karnain menegaskan, posyandu kini memiliki tanggung jawab yang semakin strategis dan cakupan pelayanan yang semakin luas. Tidak hanya berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, pelayanan kesehatan sepanjang siklus hidup, hingga pemberdayaan masyarakat. “Posyandu adalah wajah pelayanan publik yang paling dekat dengan rakyat. Jangan sampai tanggung jawabnya terus diperluas, tetapi dukungan anggaran dan kesejahteraan kadernya justru berjalan di tempat. Keikhlasan kader harus kita hormati, bukan dijadikan alasan untuk mengabaikan hak mereka memperoleh perhatian yang layak,” tegas Karnain.
Ketua Posyandu Rosalina, Ibu Yeni, menyambut positif bantuan lemari tersebut karena dapat menunjang penyimpanan administrasi, dokumen, dan perlengkapan pelayanan agar lebih tertib dan terawat. Bantuan ini diharapkan semakin memotivasi kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga. Sementara itu, Ketua RW setempat, Ujang Sutisna, mengapresiasi kepedulian terhadap kebutuhan posyandu di lingkungan Taman Sari Persada. Menurutnya, keberlangsungan posyandu membutuhkan kerja sama antara kader, pengurus lingkungan, masyarakat, dan pemerintah agar pelayanan kesehatan berbasis komunitas semakin kuat.

Sekretaris Kelurahan Cibadak, Abdul Malik, turut menyambut baik dukungan sarana bagi Posyandu Rosalina sebagai bagian dari penguatan pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan. Sinergi antara pemerintah, unsur legislatif, pengurus wilayah, dan kader menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar. Karnain juga mengajak warga untuk tidak memandang posyandu sebatas tempat penimbangan balita, melainkan sebagai pusat edukasi kesehatan keluarga. “Warga harus menjadi bagian dari gerakan posyandu. Hadirkan anak-anak untuk dipantau tumbuh kembangnya, ajak lansia memeriksakan kesehatannya, dukung para kader, dan bangun budaya hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga,” ajaknya.
Lebih jauh, Karnain mendorong Pemerintah Kota Bogor untuk mengevaluasi dan meningkatkan alokasi anggaran insentif atau dana kesejahteraan kader posyandu secara bertahap, proporsional, dan berkelanjutan sesuai kemampuan fiskal daerah. Menurutnya, perluasan fungsi posyandu harus diikuti peningkatan kapasitas kader, ketersediaan sarana prasarana, dukungan operasional, serta penghargaan yang lebih layak atas waktu, tenaga, dan tanggung jawab mereka. “Kader posyandu bukan sekadar relawan pelengkap program pemerintah. Mereka adalah mitra strategis pembangunan kesehatan. Pemerintah harus hadir menjaga semangat pengabdian mereka melalui kebijakan anggaran yang berpihak, terukur, dan berkeadilan,” ujarnya.
Menutup kegiatan tersebut, Karnain menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap posyandu merupakan ukuran nyata keseriusan pembangunan manusia, bukan sekadar pelengkap agenda seremonial. Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, menurutnya, berkepentingan mendorong penguatan pelayanan dasar dan perhatian terhadap kesejahteraan kader melalui fungsi penganggaran dan pengawasan. “Jangan bangga menyebut posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan jika para kadernya dibiarkan berjuang dengan dukungan yang minim. APBD harus hadir sampai ke akar rumput. Sebab, politik anggaran yang berpihak kepada rakyat bukan diukur dari besarnya janji pemerintah, melainkan dari seberapa nyata manfaatnya dirasakan warga. Memuliakan kader posyandu berarti memperkuat masa depan kesehatan Kota Bogor,” pungkasnya.
Views: 1
COMMENTS