Sambangi TBM Superwah di Cipaku, Dedi Mulyono Apresiasi Gen Z Aktif Membaca dan Berkarya

HomeAnggota DewanDedi Mulyono, S.P, M.Si

Sambangi TBM Superwah di Cipaku, Dedi Mulyono Apresiasi Gen Z Aktif Membaca dan Berkarya

KOTA BOGOR – Di tengah kebiasaan anak muda yang semakin lekat dengan layar ponsel, masih ada ruang di Kota Bogor yang justru mengajak generasi muda untuk kembali dekat dengan buku. Tempat itu adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Superwah di RW 06, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.

Keberadaan TBM Superwah menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono. Saat menyambangi tempat tersebut, Dedi melihat langsung bagaimana ruang baca sederhana bisa berkembang menjadi tempat berkumpul, belajar, dan bertukar gagasan bagi anak-anak muda, khususnya generasi Z.

Bukan sekadar tempat menyimpan buku, TBM Superwah berhasil membuktikan bahwa semangat literasi masih tumbuh di tengah masyarakat. Bahkan, TBM ini berhasil meraih Juara 1 Lomba Pojok Baca tingkat Kota Bogor dan menjadi perwakilan Bogor Selatan dalam ajang tersebut. Prestasi itu tentu bukan datang begitu saja. Ada semangat dan kerja keras para pengelola yang terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang menarik bagi masyarakat. Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional serta sejumlah perguruan tinggi.

Dedi mengaku mengapresiasi para pengelola yang mampu menghadirkan konsep ruang baca yang dekat dengan kehidupan anak muda. Menurutnya, hal yang menarik dari TBM Superwah bukan hanya koleksi bukunya, tetapi juga keberhasilannya menjadikan literasi sebagai bagian dari aktivitas dan pergaulan generasi muda.

“Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda dan para pengelola TBM Superwah yang masih memiliki semangat besar untuk membaca dan mengembangkan literasi. Ini sesuatu yang luar biasa. Di tengah banyaknya aktivitas digital, ternyata masih ada anak muda yang mau datang, berkumpul, dan belajar melalui buku,” ujar Dedi.

Ia berharap keberadaan TBM Superwah bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Bogor. Menurutnya, gerakan literasi tidak harus dimulai dengan fasilitas yang besar atau bangunan yang mewah. Hal terpenting adalah adanya kemauan, kepedulian, dan orang-orang yang bersedia bergerak bersama.

“Harapan saya, apa yang dilakukan TBM Superwah ini bisa menjadi inspirasi dan direplikasi di berbagai wilayah lainnya. Kalau setiap kelurahan punya ruang seperti ini, anak-anak muda akan memiliki lebih banyak tempat positif untuk berkumpul, membaca, berdiskusi, dan mengembangkan potensi dirinya,” tambahnya.

Bagi Dedi, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca buku, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir kritis, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Karena itu, keberadaan ruang baca berbasis masyarakat perlu mendapatkan perhatian dan dukungan bersama. Pemerintah, lingkungan, lembaga pendidikan, hingga komunitas harus mengambil bagian agar gerakan literasi tidak berhenti pada sebuah perlombaan atau prestasi sesaat.

Dedi menegaskan, sebagai wakil rakyat dari Bogor Selatan, dirinya ingin terus memberikan perhatian terhadap kegiatan masyarakat yang membawa dampak positif, termasuk gerakan literasi yang tumbuh dari inisiatif anak muda. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu membangun kegiatan positif di lingkungan masing-masing. Sebab, perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana, termasuk menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengenal buku dan menumbuhkan kebiasaan membaca.

Views: 3

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: