
Pembukaan Program Pelatihan Desain Grafis Muda Kota Bogor 2026
BOGOR — Kemajuan teknologi digital yang semakin pesat menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki keterampilan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya adalah kemampuan desain grafis yang kini menjadi bagian penting dalam berbagai sektor usaha dan industri kreatif.
Di sisi lain, persoalan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Bogor. Anggota DPRD Kota Bogor, H. M. Dody Hikmawan, S.E., menilai diperlukan langkah konkret dan upaya yang lebih kuat dari pemerintah untuk mengatasi angka pengangguran yang mencapai sekitar 43 ribu orang di Kota Bogor.
“Perlu upaya kuat dari pemerintah untuk mengatasi 43 ribu pengangguran di Kota Bogor. Salah satu hal yang harus menjadi perhatian adalah menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, tetapi juga mempunyai mental yang kuat untuk berkompetisi,” ujar Dody.
Menurutnya, persoalan pengangguran tidak cukup diselesaikan hanya dengan membuka kesempatan kerja. Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan berbasis kompetensi juga harus menjadi prioritas agar masyarakat memiliki daya saing dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang terus berkembang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pelatihan Desain Grafis Muda yang resmi dibuka pada Kamis (29/10/2026).

Program ini dilaksanakan oleh UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor bekerja sama dengan STIKOM El Rahma. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Bogor, H. M. Dody Hikmawan.
Pembukaan pelatihan dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Adi Novan, S.STP. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada generasi muda agar memiliki bekal kompetensi yang dapat dimanfaatkan dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dody mengatakan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, penguasaan keterampilan digital bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan.
“Di tengah kemajuan teknologi saat ini, kita membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan kompetensi mumpuni di bidang teknologi digital. Salah satunya adalah kemampuan desain grafis yang saat ini sangat dibutuhkan dan memiliki manfaat luas, baik untuk dunia usaha maupun industri,” jelasnya.
Menurutnya, desain grafis memiliki peluang yang cukup besar karena hampir seluruh sektor usaha membutuhkan dukungan visual dan komunikasi digital untuk memperkenalkan produk, membangun identitas merek, hingga memasarkan jasa dan layanan.
Karena itu, Dody berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan peserta yang mampu mengoperasikan perangkat lunak desain, tetapi juga memiliki kreativitas, pola pikir inovatif, serta kemampuan menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu memanfaatkannya menjadi peluang usaha, membuka jasa desain grafis, membantu pemasaran produk UMKM, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Pelatihan Desain Grafis Muda ini berlangsung selama 33 hari dengan materi pembelajaran yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan di bidang desain grafis.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Peserta yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.
Dody menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan investasi pada peningkatan keterampilan dan kompetensi masyarakat.
“Melalui program Pokir ini, saya ingin mendorong agar anak-anak muda Kota Bogor memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dirinya. Kita ingin mereka memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan zaman, memiliki mental kompetitif, dan lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja,” ungkapnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia industri dapat terus diperkuat agar program pelatihan kerja benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahir generasi muda Kota Bogor yang kreatif, produktif, dan kompetitif serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan, menciptakan lapangan usaha, dan membuka kesempatan ekonomi baru.
Views: 2
COMMENTS