BOGOR – Menjadi kader Posyandu bukan sekadar datang saat kegiatan berlangsung. Di balik pelayanan kepada warga, ada semakin banyak tugas yang harus dijalankan para kader, sementara fasilitas yang digunakan masih terbatas. Kondisi itu menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan kader Posyandu RW 03, Kelurahan Empang, kepada anggota DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono.
Dedi Mulyono mengunjungi Posyandu RW 03 Empang untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan para kader. Dalam pertemuan tersebut, kader menyampaikan bahwa tugas mereka kini semakin banyak, terutama setelah Posyandu menjalankan pelayanan yang mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).
Bertambahnya tugas membuat kader harus bekerja lebih ekstra dalam melayani masyarakat. Mulai dari kegiatan pelayanan hingga pendataan dan kebutuhan administrasi lainnya, semuanya membutuhkan waktu dan tenaga. Para kader berharap kondisi tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah, salah satunya melalui peningkatan insentif atau uang operasional kader Posyandu.
Bagi para kader, insentif bukan sekadar soal nominal. Dukungan operasional menjadi bentuk penghargaan atas waktu, tenaga, dan tanggung jawab yang mereka berikan untuk membantu masyarakat.
Kursi Jadi Kebutuhan Sederhana yang Berarti
Selain persoalan insentif, kader juga menyampaikan kondisi fasilitas Posyandu yang masih terbatas. Dalam setiap kegiatan, terutama ketika melayani warga lanjut usia (lansia), keterbatasan kursi menjadi persoalan yang cukup terasa. Warga harus berdiri dan menunggu ketika pelayanan berlangsung. Hal yang terlihat sederhana itu ternyata bisa menjadi masalah bagi warga lansia yang membutuhkan kenyamanan saat menunggu pelayanan.
Mendengar aspirasi tersebut, Dedi Mulyono tidak hanya datang untuk mendengarkan. Ia juga memberikan bantuan kursi untuk Posyandu RW 03 Empang, agar kegiatan pelayanan warga bisa berlangsung lebih nyaman.

Dedi Mulyono Dorong Perhatian untuk Kader Posyandu
Kang Dedi menilai kader Posyandu merupakan bagian penting dalam pelayanan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga. Karena itu, ketika tanggung jawab kader semakin besar, dukungan terhadap mereka juga perlu diperkuat.
Ia mendorong agar aspirasi terkait insentif dan uang operasional kader Posyandu mendapat perhatian. Menurutnya, jangan sampai semangat para kader dalam melayani masyarakat tidak dibarengi dengan dukungan yang memadai.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Dedi Mulyono untuk turun langsung mendengar persoalan warga dan mencari kebutuhan yang bisa segera dibantu. Bantuan kursi mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang datang ke Posyandu, khususnya lansia, fasilitas tersebut bisa membuat mereka lebih nyaman saat menunggu pelayanan.
Kader Posyandu Jangan Dibiarkan Berjuang Sendiri
Persoalan Posyandu bukan hanya tentang kegiatan penimbangan atau pelayanan kesehatan. Di dalamnya ada kader yang bekerja, ada warga yang membutuhkan pelayanan, dan ada kebutuhan fasilitas yang harus dipenuhi.
Karena itu, perhatian terhadap kader Posyandu perlu diberikan secara menyeluruh. Ketika tugas kader bertambah, dukungan dan fasilitas juga harus ikut diperkuat.
Dedi Mulyono menegaskan pentingnya memastikan pelayanan Posyandu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Aspirasi kader pun perlu terus dikawal agar tidak berhenti sebagai keluhan, tapi bisa menjadi bahan perbaikan kebijakan ke depan.
Karena menjadi wakil rakyat bukan hanya hadir saat rapat, tapi juga hadir ketika warga membutuhkan tempat untuk menyampaikan suara.
Views: 5

COMMENTS