Amankan Lahan TPU, Dedi Mulyono Realisasikan Pembangunan Turap Makam RW 07 Cipaku

HomeAnggota DewanDedi Mulyono, S.P, M.Si

Amankan Lahan TPU, Dedi Mulyono Realisasikan Pembangunan Turap Makam RW 07 Cipaku

Bogor – Lahan makam bagi warga bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir. Di tengah keterbatasan lahan pemakaman, setiap jengkal tanah menjadi penting agar warga tetap punya tempat yang layak untuk memakamkan keluarganya.

Kondisi inilah yang sebelumnya disampaikan warga RW 07, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan. Pada 2025, warga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan turap di area tempat pemakaman umum (TPU).

Lahan Makam Terbatas, Turap Jadi Kebutuhan

Aspirasi tersebut muncul karena kondisi lahan makam yang perlu diamankan dan ditata. Pembangunan turap dinilai penting untuk menahan tanah sekaligus menjaga area makam agar tidak mudah terdampak longsor atau pergerakan tanah.

Bagi warga, pembangunan turap bukan sekadar pembangunan fisik. Jika lahan dapat ditahan dan ditata dengan baik, area tersebut juga berpotensi menambah kapasitas lahan makam yang bisa dimanfaatkan warga ke depannya.

Keterbatasan lahan pemakaman tentu menjadi persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika ada keluarga yang meninggal, warga membutuhkan tempat pemakaman yang aman, layak, dan tersedia tanpa harus mencari lokasi yang jauh.

Dedi Mulyono Turun Kawal Aspirasi Warga

Aspirasi yang disampaikan warga pada 2025 kemudian dikawal agar tidak berhenti sebagai usulan. Anggota DPRD Kota Bogor, Dedi mulyono, mendorong agar kebutuhan pembangunan turap tersebut dapat direalisasikan. Melalui aspirasi pokok-pokok pikiran (POKIR) DPRD, pembangunan tembok penahan tanah di area makam RW 07 Cipaku akhirnya direalisasikan pada 2026.

Pembangunan ini menjadi bentuk tindak lanjut atas kebutuhan warga yang sebelumnya telah disampaikan. Bagi Dedi, aspirasi masyarakat tidak cukup hanya didengar. Persoalan yang dirasakan warga harus diperjuangkan agar bisa menghasilkan solusi nyata di lapangan.

Bukan Sekadar Turap, Tapi Menjaga Lahan untuk Warga

Pembangunan tembok penahan tanah ini diharapkan dapat membuat kondisi lahan makam lebih aman sekaligus membantu mengoptimalkan pemanfaatan area yang tersedia.

Dengan lahan yang lebih tertata dan terlindungi, kapasitas pemakaman warga diharapkan bisa bertambah. Ini menjadi penting mengingat kebutuhan lahan makam akan terus ada seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Apa yang terlihat sebagai pembangunan turap, bagi warga sebenarnya memiliki arti yang jauh lebih besar: menjaga lahan makam agar tetap tersedia untuk kebutuhan masyarakat.

Dedi: Aspirasi Harus Berujung pada Solusi

Realisasi pembangunan turap di RW 07 Cipaku menjadi salah satu contoh bahwa persoalan yang disampaikan warga bisa dikawal hingga menjadi pembangunan nyata.

Pesannya sederhana: ketika warga menyampaikan persoalan, harus ada yang mendengar, mengawal, dan memperjuangkannya.

Pembangunan tidak selalu harus berbentuk proyek besar. Infrastruktur yang terlihat sederhana, seperti turap makam, bisa memiliki manfaat besar ketika menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dedi Mulyono menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga agar pembangunan di Kota Bogor benar-benar menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat.

Warga punya persoalan, sampaikan. Aspirasi harus dikawal, dan sebisa mungkin harus berujung pada solusi nyata.

Views: 3

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: