HomeM. Dody Hikmawan

7 Hektare Lahan Terancam Kekeringan, Dody Hikmawan Siapkan Solusi Pengairan untuk Petani Cilendek Barat

Audiensi Petani KTD Cilendek Barat

 

Bogor – Persoalan pengairan menjadi keluhan utama para petani di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Memasuki musim kemarau dengan curah hujan yang minim, sekitar 7 hektare lahan pertanian yang dikelola Kelompok Tani Dewasa (KTD) Cilendek Barat menghadapi kendala ketersediaan air.
Persoalan tersebut disampaikan Ketua KTD Cilendek Barat, Budi, saat melakukan audiensi dengan Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Dody Hikmawan, Rabu (9/11/2026).
Budi mengatakan, kondisi minimnya curah hujan membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian mereka. Padahal, lahan tersebut menjadi sumber produktivitas bagi puluhan petani di wilayah Cilendek Barat.
“Yang menjadi kendala saat ini adalah pengairan. Musim kemarau dan curah hujan yang minim membuat petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan,” ujar Budi.
KTD Cilendek Barat sendiri beranggotakan sekitar 30 orang petani dengan luas lahan yang digarap mencapai 7 hektare. Berbagai komoditas pertanian dikembangkan di lahan tersebut, di antaranya jagung, ketela pohon, durian, alpukat, umbi-umbian dan tanaman sejenis lainnya.
Menurut Budi, persoalan air bukan sekadar masalah teknis. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan produktivitas hasil pertanian para anggota KTD.
Mendengar keluhan tersebut, Dody Hikmawan langsung mendorong adanya langkah konkret yang dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Dody menyebut pengadaan mesin pompa air menjadi solusi jangka pendek agar lahan pertanian dapat segera mendapatkan pasokan air.
“Untuk solusi jangka pendek, kita akan dorong pengadaan mesin pompa air. Yang paling penting kebutuhan air petani bisa segera teratasi, sehingga lahan tetap bisa produktif meskipun curah hujan sedang minim,” kata Dody.
Namun, Dody menegaskan mesin pompa air hanya menjadi solusi sementara. Untuk jangka panjang, ia berkomitmen memperjuangkan pembangunan jalur pengairan yang lebih permanen melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Jangka pendeknya kita siapkan pompa air. Tapi jangan sampai setiap musim kemarau kita kembali menghadapi persoalan yang sama. Karena itu, untuk jangka panjang kita akan usulkan pembangunan jalur pengairan melalui pokir,” jelasnya.


Dody menilai, keberadaan lahan pertanian seluas 7 hektare di tengah kawasan perkotaan merupakan potensi yang perlu dipertahankan. Menurutnya, lahan produktif tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghasilan petani, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
“Ini 7 hektare lahan yang masih produktif dan dikelola oleh 30 petani. Jangan sampai persoalan pengairan membuat produktivitasnya menurun. Justru harus kita jaga dan kita dukung,” tegas Dody.
Ia pun memastikan aspirasi para petani Cilendek Barat akan menjadi perhatian dalam pembahasan program pembangunan ke depan.
Dody berharap, penyelesaian persoalan pengairan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan air melalui pompa hingga pembangunan jaringan pengairan yang lebih permanen.
“Petani tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah dan DPRD harus hadir memberikan solusi. Kita ingin lahan pertanian di Cilendek Barat tetap hidup, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Monitoring lokasi saluran pengairan

Views: 32

COMMENTS

WORDPRESS: 2
DISQUS: 0